Benarkah
bahasa berjiwa bangsa
bicara kasih yang santun menyapa
dalam kamus berkata menyusur peta
tinggi menggapai gemawan budaya
wangi semerbak nawastu harumnya
suara batin dari belantara segumpal rasa
suara purba yang membongkar sejarah
keagungan wangsa yang tekun berbahasa.
Pelita bahasa menyalakan obor pesona
dewan menjadi benderang; astaka menjadi tenang
berhujah berbahas bahasa yang menang
bercinta berkasih bahasa yang dijulang
ke daksina dari ruang paksina
bahasa pusaka menawan maya
timur ke barat; bahasa semakin daulat.
Usahlah menjadi ragu atau keliru
para pejuang sangat khuartiri
mimpi yang saling berteka-teki
sekejap agung sebentar tersandung
segunung sedar selaut tersasar
jika benar bahasa berjiwa bangsa
kucuplah azimat tambatlah wasilah
biarkan bahasa bersemarak menjadi api
dalam kantung mimpi sejati
- Negara Patani tanah air ku
Tanah tempat tumpah darah ku
Rimba menghijau padi menguning
Itulah dia indaman hening
KEPADAMU IBU PERTIWI...
- Engkau telah melahirkan, bangsa yang indah nan
elok ini, suatu negeri yang subur dan makmur...
Dulu negeri ini diberkahi dengan kesadaran spiritual ulama-ulama yang Alim, tetapi sekarang...
Wahai Ibu Pertiwi...
Engkau menangis melihat keadaan alam dan manusia di negeri ini yang sedang ditindas oleh
Penjajah yang Zalim dan berperi kenuasiaan...
Mereka beusaha untuk menghancurkan bangsa dan Agama, mereka terus membunuh putra-putra
Patani yang tidak berdusa,
-
- UBANGTA PEKEMA...
Ketahuilah Ubangta Pekema adalah roh bangsaku...
Sekarang roh bangsaku ini telah mereka berusaha supaya dihilangkan, apakah bangsaku ini akan
turut hilang pula...? Karena saat ini bangsaku dikendalikan dalam ketidak sadaran...
- Allah...
Kembalikan roh bangsaku yang akan dihilangkan...
kembalikanlah kepadaku...
Aku masih merindukan dan menginginkan terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, damai dan
sejahtera...
Allah...
Jangan hancurkan bangsaku yang tercinta ini... masih ada aku bagian dari masyarakat negeri ini
yang masih memiliki nyala apiMu di dalam hati sanubariku...
Berikan aku kesempatan sekali ini, untuk mebangun Nusa dan Bangsa Melayu Patani...
Apabila kesempatan ini telah Engkau berikan tetapi tidak ada sambutan dari mereka semua...
Maka aku tidak relakan negeri ini untuk di jajah buat
selama-lamanya...
Ampunilah aku Ibu Pertiwi... ampuni aku...
*Penulis adalah pencetus Gerakan Revolusi Hati Nurani, sekaligus Gerakan Wanita Islam
Patani yang aktif membina peningkatan kualiti diri wanita Patani
KAMI
KENANG HARI BERDARAH APRIL & SEBTEMBER 2004
Wahai
tulang tulang yang bersebaran
Peristiwa
di tanah air kita
putra-putra
terbaik dalam masyarakat Patani
yang
telah dibantai tentera Penjajah Siam
akan
kami teruskan juang demi cita cita mulia
kemerdekaan
patani tanah leluhur kita
merdeka,
demokrasi ,makmur dan bahagia.
Wahai
tulang tulang yang bersebaran
diseluruh
penjuru tanah air kita
yang
berjumlah ratusan jiwa
dibantai
dihutan hutan, ditembak mati tenggelam dirawa rawa
didasar
jurang yang dalam dipenggal kepala
kebiadaban
pembunuhan massal
yang
terbesar di zaman kita
penjanayah-penayah
masih bermaha raja laila
masih
bebas berkeliaran kemana kemana
seolah
olah tak bersalah apa apa
mereka
masih dilindungi imperialis Budha.
Kami
kenang hari berdarah ini 25 Oktober 2004
walaupun masih terus berduka
kami
simpan terus dendam membara
menempa
jadi kekuatan tak terhingga
berjuang
, berjuang, berjuang
demi
hari depan Patani Darussalam yang cerah ceria
berjuang
, berjuang, berjuang
hingga
setan setan yang berkuasa
hancur lenyap dari bumi Patani kita
- Patah tumbuh hilang berganti
Hentikan,
Hentikan suara tembakan tentera anda,
Karena itu hanya akan sia-sia,
Kami tak akan pernah mundur,
walau untuk selangkah saja
Jangan,
Jangan anda buang peluru dan membunuh masyarakat Patani dengan percuma,
Karena kami tak pernah takut untuk terus berjuang,
memperjuangkan apa yang sudah menjadi hak rakyat Patani,
walau nyawa kami jadi taruhannya
Patah tumbuh hilang berganti,
Mati satu tumbuh seribu,
Meskipun kami harus mati,
Tapi semangat kami kan terus membara,
Bersama para pejuang penerus kami
Jangan,
Jangan anda coba untuk menghentikan perjuangan kami,
Jangan anda coba untuk membungkam perjuangan kami,
Karena kami akan tetap bersuara,
Untuk mendapatkan kembali bumi kami
Kami hanya ingin anda dengar,
Kami hanya ingin anda sadar,
Bahawa bumi Patani hak masyarakat Melayu patani,
Lalu mengapa kalian mezalimi kami,
Hanya karena kami bersuara bahawa bumi Patani adalah hak kami
Mengapa kalian hancurkan tanah kebanggaan kami,
Mengapa kalian biarkan hutan kami dihabiskan habis,
Mengapa kalian biarkan kami tercemar oleh mereka,
Mengapa kalian biarkan kami hidup dalam ketakutan,
Akan musibah alam yang kerap menghantui kami
Hentikanlah merampas hutan-hutan kami,
Hentikanlah merampas hasil-hasil bumi,
Jauhkanlah para kolonial itu dari tanah adat kami,
Agar kami tetap boleh melindungi warisan budaya kami
Jikalau kalian tetap membunuh bangsa kami,
Jikalau kalian tetap tidak peduli nyawa-nyawa bangsa kami,
Maka jangan salahkan kami, jika kami bangkit melawan kalian
Bila kami memilih untuk merdeka dari kalian
Untuk menentukan nasib rakyat kami sendiri
- Bangkitlah saudaraku,
> Bangkitlah kawanku,
> Bangkitlah rakyatku,
> Melawan penindasan
> Kalahkanlah kezaliman,
> Kalahkan diskriminasi,
> Kalahkanlah penindasan,
> Yang berlindung dibalik kezaliman,
> Marilah kita lawan,
> Marilah kita hadapi,
> Marilah kita berjuang,
> Bersama spirit hari kebangkitan
> Ajal ditangan tuhan,
> Janganlah takut membela yang benar,
> Asal kerongkongan, kan berair,
> Asal kita berusaha, pastilah kita menang,
|