Free Web Hosting by Netfirms
Web Hosting by Netfirms | Free Domain Names by Netfirms

          Fights for independence Patani State

logo utusan.gif (1200 bytes)

      Patani Independent News Angency, information politik and history.. 

                                               greetings.gif (11971 bytes)

 

Web Counter

 changrec.gif - 2893 Bytes HILANG BAHASA HAPUS BANGSA
Benarkah Bahasa Jiwa Bangsa
Benarkah bahasa berjiwa bangsa
bicara kasih yang santun menyapa
dalam kamus berkata menyusur peta
tinggi menggapai gemawan budaya
wangi semerbak nawastu harumnya
suara batin dari belantara segumpal rasa
suara purba yang membongkar sejarah
keagungan wangsa yang tekun berbahasa.

Pelita bahasa menyalakan obor pesona
dewan menjadi benderang; astaka menjadi tenang
berhujah berbahas bahasa yang menang
bercinta berkasih bahasa yang dijulang
ke daksina dari ruang paksina
bahasa pusaka menawan maya
timur ke barat; bahasa semakin daulat.

Usahlah menjadi ragu atau keliru
para pejuang sangat khuartiri
mimpi yang saling berteka-teki
sekejap agung sebentar tersandung
segunung sedar selaut tersasar
jika benar bahasa berjiwa bangsa
kucuplah azimat tambatlah wasilah
biarkan bahasa bersemarak menjadi api
dalam kantung mimpi sejati
Negara Patani tanah air ku                                                                                           Tanah tempat tumpah darah ku                                                                                    Rimba menghijau padi menguning                                                                                 Itulah dia indaman hening           

KEPADAMU IBU PERTIWI...

Engkau telah melahirkan, bangsa yang indah nan elok ini, suatu negeri yang subur dan makmur...
Dulu negeri ini diberkahi dengan kesadaran spiritual ulama-ulama yang Alim, tetapi sekarang...
Wahai Ibu Pertiwi...
Engkau menangis melihat keadaan alam dan manusia di negeri ini yang sedang ditindas oleh Penjajah yang Zalim dan berperi kenuasiaan...
Mereka beusaha untuk  menghancurkan bangsa dan Agama, mereka terus membunuh putra-putra Patani yang tidak berdusa,
 
UBANGTA PEKEMA...
Ketahuilah Ubangta Pekema adalah roh bangsaku...
Sekarang roh bangsaku ini telah mereka berusaha supaya dihilangkan, apakah bangsaku ini akan turut hilang pula...? Karena saat ini bangsaku dikendalikan dalam ketidak sadaran...
Allah...
Kembalikan roh bangsaku yang akan dihilangkan... kembalikanlah kepadaku...
Aku masih merindukan dan menginginkan terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, damai dan sejahtera...

Allah...
Jangan hancurkan bangsaku yang tercinta ini... masih ada aku bagian dari masyarakat negeri ini yang masih memiliki nyala apiMu di dalam hati sanubariku...

Berikan aku kesempatan sekali ini, untuk mebangun Nusa dan Bangsa Melayu Patani...
Apabila kesempatan ini telah Engkau berikan tetapi tidak ada sambutan dari mereka semua...

Maka aku tidak relakan negeri ini untuk di jajah buat selama-lamanya...
Ampunilah aku Ibu Pertiwi... ampuni aku...
*Penulis adalah pencetus Gerakan Revolusi Hati Nurani, sekaligus  Gerakan Wanita Islam Patani yang aktif membina peningkatan kualiti diri wanita Patani

KAMI KENANG HARI BERDARAH  APRIL & SEBTEMBER 2004

Wahai  tulang  tulang yang  bersebaran

Peristiwa di tanah air kita

kalian semua

putra-putra terbaik dalam masyarakat Patani

yang telah dibantai tentera Penjajah Siam

tanpa alasan

tak sedikitpun kesalahan

akan selalu kami kenang

akan kami teruskan juang demi cita cita mulia

kemerdekaan patani tanah leluhur kita

merdeka, demokrasi ,makmur dan bahagia.

 

Wahai tulang tulang yang bersebaran

diseluruh penjuru tanah air kita

yang berjumlah ratusan jiwa

dibantai dihutan hutan, ditembak mati tenggelam dirawa rawa

didasar jurang yang dalam dipenggal kepala

kebiadaban pembunuhan massal

yang terbesar di zaman kita

penjanayah-penayah masih bermaha raja laila

masih bebas berkeliaran kemana kemana

seolah olah tak bersalah apa apa

mereka masih dilindungi imperialis Budha.

 

Kami kenang hari berdarah ini  25 Oktober 2004

kami sapu air mata

walaupun masih terus berduka

kami simpan terus dendam membara

menempa jadi kekuatan tak terhingga

berjuang , berjuang, berjuang

demi hari depan Patani Darussalam yang cerah ceria

berjuang , berjuang, berjuang

hingga setan setan yang berkuasa

hancur lenyap dari bumi Patani kita

Patah tumbuh hilang berganti

Hentikan,
Hentikan suara tembakan tentera anda,
Karena itu hanya akan sia-sia,
Kami tak akan pernah mundur,
walau untuk selangkah saja

Jangan,
Jangan anda buang peluru dan membunuh masyarakat Patani dengan  percuma,
Karena kami tak pernah takut untuk terus berjuang,
memperjuangkan apa yang sudah menjadi hak rakyat Patani,
walau nyawa kami jadi taruhannya

Patah tumbuh hilang berganti,
Mati satu tumbuh seribu,
Meskipun kami harus mati,
Tapi semangat kami kan terus membara,
Bersama para pejuang penerus kami

Jangan,
Jangan anda coba untuk menghentikan perjuangan kami,
Jangan anda coba untuk membungkam perjuangan kami,
Karena kami akan tetap bersuara,
Untuk mendapatkan kembali bumi kami

Kami hanya ingin anda dengar,
Kami hanya ingin anda sadar,
Bahawa bumi Patani hak masyarakat Melayu patani,
Lalu mengapa kalian mezalimi kami,
Hanya karena kami bersuara bahawa bumi Patani adalah hak kami

Mengapa kalian hancurkan tanah kebanggaan kami,
Mengapa kalian biarkan hutan kami dihabiskan habis,
Mengapa kalian biarkan kami tercemar oleh mereka,
Mengapa kalian biarkan kami hidup dalam ketakutan,
Akan musibah alam yang kerap menghantui kami


Hentikanlah merampas hutan-hutan kami,
Hentikanlah merampas hasil-hasil bumi,
Jauhkanlah para kolonial itu dari tanah adat kami,
Agar kami tetap boleh melindungi warisan budaya kami

Jikalau kalian tetap membunuh bangsa kami,
Jikalau kalian tetap tidak peduli nyawa-nyawa bangsa kami,
Maka jangan salahkan kami, jika kami bangkit melawan kalian
Bila kami memilih untuk merdeka dari kalian
Untuk menentukan nasib rakyat kami sendiri

Bangkitlah saudaraku,
> Bangkitlah kawanku,
> Bangkitlah rakyatku,
> Melawan penindasan
> Kalahkanlah kezaliman,
> Kalahkan diskriminasi,
> Kalahkanlah penindasan,
> Yang berlindung dibalik kezaliman,
> Marilah kita lawan,
> Marilah kita hadapi,
> Marilah kita berjuang,
> Bersama spirit hari kebangkitan
> Ajal ditangan tuhan,
> Janganlah takut membela yang benar,
> Asal kerongkongan, kan berair,
> Asal kita berusaha, pastilah kita menang,

Masjid Kersik

Masjid Telukmanok

Kota Patani & Sri Patani

Demonstrasi di Tabal

 

Home