| Sembilan
warga Melayu Patani dari satu keluarga yang tinggal di Wilayah Menara, (selatan Thailand),
dibunuh, baru-baru ini. Terdiri dari ayah, ibu dan tujuh anak perempuan mereka yang
berusia delapan bulan hingga 20 tahun. Mereka semua mati ditembak. Sementara sembilan
orang yang berasal dari dua keluarga lainnya hanya menderita luka tembak cukup parah. Penduduk Kampung itu mengtahui bahawa pasukan keamanan Penjajah
Thailand berada di balik pembunuhan itu. Mereka bahkan sempat melarang pasukan askar dan
polis memasuki kampung untuk memeriksa tempat itu. Tapi, setelah berunding selama empat
jam, pasukan tentera penjajah Thailand akhirnya berhasil mendirikan pos pemeriksaan di
pinggir Kampung. Gubernur Penjajah Thailand di wilayah Menara Pracha Terat kemudian
membawa masuk askarnya ke sana.
Belasan peluru M-79 dan AK-47 terlihat di tiga rumah yang
sudah rusak. Namun pihak, Penjajah Thailand menuduh Pejuang Pembebasan Patani. Dia
mengimbau agar warga kampung itu boleh bekerja sama dengan penjajah buat memerangi pejuang
Pembebsan Patani.
Sekarang ini terdapat sekitar 30 ribu tentara dan polis di 3
wilayah Patani, Jala dan Menara. Meski demikian, penembakan, pengeboman dan pembakaran
terhadap kaki tangan penjajah polis dan askar hampir setiap hari terjadi di sini. |